Berikutnama-nama tokoh dibalik NU GL yang selama ini selalu memprovokasi aswaja, khususnya warga NU. KH. Luthfi Bashori. Buya Yahya. Muhammad Idrus Ramli. Jakfar Shodiq. Muhammad Lutfi Rochman Toha Luqoni. Habib Ali Hinduan. Habib Hisyam Al Habsy. Habib Habibi Haddad. Muhammad Kanzul Firdaus. Adam Bin Ridlwan. Faiz Al Amri. Toha Luqoni. Beritaislam- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kultural Garis Lurus, KH Luthfi Bashori tak sependapat dengan anggapan yang menyebut bahwa China bukanlah penjajah. Hal itu sekaligus menanggapi pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj yang menyebut China tidak memiliki karakter menjajah. Baca Artikel Menarik Lainnya Beredar narasi yang menyebutkan Nahdlatul Ulama ( NU) telah berganti logo. Logo terbaru NU ditambahkan simbol salib. Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Tanue Brewok pada Senin (7/9/2020). Pada bagian bawah logo NU diberi keterangan ' NU Protestan Rahmatan Lil Alamin'. " Alhamdulillah saya masih di NU garis lurus diMei 06, 2018 Berita, Dakwah, Hoax, Literasi, Daftar media Islam radikal (Salafi-Wahabi) versi siber NU yang dikembangkan Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU ini harus dipahami semu akalangan. Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU beberapa waktu lalu memang merilis website-website Islam radikal yang perlu diwaspadai. LuthfiBashori, Imam Besar Situs NU Garis Lurus, Bedah 5 Fakta Hubungan Keduanya Hanya di Sini! 23 April 2016 Intisari Redaksi Redaksi Redaksi DatDut.Com - Tokoh ini masih terbilang muda. Umurnya mendekati 50-an tahun. Namun kiprahnya dalam menyebarkan dakwah Islam dengan segala lika-likunya telah banyak menarik perhatian. Lebih Untukmenghindari penyimpangan sufisme dari garis lurus yang diletakkan para sufi terdahulu, maka NU meletakkan dasar-dasar tasawuf sesuai dengan khittah ahlissunnah waljamaah. Dalam hal ini, NU membina keselarasan tasawuf Al-Ghazali dengan tauhid Asy'ariyyah dan Maturidiyyah, serta hukum fikih sesuai dengan salah satu dari empat mazhab sunni. UstazAbdul Somad atau biasa disebut dengan UAS adalah salah satu fenomena di jagat dakwah Islam saat ini. Nilai jualnya ada di keluasan ilmunya dalam ilmu Sebagianulama besar yang sezaman dengan beliau adalah Muhammad bin Isma'il al-Bukhari (w. 256 H) dan Muslim bin Hajjaj an-Naisabur (w. 261 H). Dari lain sisi, Imam Abu Zahrah berkata bahwa kelahiranya pada pertengahan abad ke-3 Hijriah, tepat setelah tragedi Mihnah. Al-Maturidi lahir pada desa Matrid, termasuk bagian dari kota Samarqand PengakuanMenag dan langkah Jokowi yang mengadakan peringatan Isra' Mi'raj pada Jum'at (15/5/2015) lalu di Istana Negara dengan cara seperti itupun mendapat kecaman keras dari tokoh Nahdhatul Ulama (NU) Garis Lurus, KH Luthfi Bashori Alwi. KH Luthfi juga mengungkapkan bahwa Menag Lukman sejatinya merupakan tokoh liberal. Dalamtubuh NU, banyak Kiai yang sering bercandaria, ada juga yang sangat serius. Sehingga ahirnya muncul kelompok-kelompok anekdot yang sangat ngemesin, seperti NU Garis Lurus, NU Garis Lucu, NU Garis Diagonal, Liberal. Namun, mereka bukanlah bagian dari organiasi NU, melainkan serpihan-serpihah masyarakat NU yang tetap ingin diakui menjadi NU. KH Nu'man Bashori Alwi adalah kakak kandung KH. Luthfi Bashori Alwi, Malang, yang namanya menjadi dikenal karena sikapnya yang kontroversial dan disebut menjabat sebagai Ketua NU Garis Lurus. Dalam acara Kopdar Kebangsaan bersama Gus Nuril, Gus Nu'man membeberkan riwayat adiknya dari masa kecil sampai menjadi terkenal saat ini. Berikut adalah transkrip lengkapnya dengan beberapa perbaikan a6q4PdF. ilusrasi pinterest Ulama adalah pewaris para Nabi. Dari para ulama, kita belajar agama. Terlebih para ulama besar yang menjadi teladan mengamalkan Islam, ilmunya dalam, karyanya tersebar luas dan murid-muridnya sangat banyak. إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah Berikut ini 60 ulama besar dari masa tabi’in hingga tahun 1000 hijriyah. Syaikh Ahmad Farid memilih mereka dan memasukkan dalam bukunya Min A’lam As Salaf. “Saya berusaha dengan sungguh-sungguh memilih para tokoh dalam buku biografi ini adalah ulama yang konsen dalam bidang fiqih, para pemimpin madzhab, imam hadits, imam jarh wa ta’dil serta para pemimpin kezuhudan dan ibadah yang sangat layak ditiru. Yakni orang-orang yang telah mempraktikkan sunnah dengan sebenar-benarnya,” tulis Syaikh Ahmad Farid dalam mukaddimahnya. Siapa saja 60 ulama besar tersebut? Berikut ini nama-nama serta tahun lahir dan wafat, urut berdasarkan tahun wafatnya. Untuk biografi lengkap yang telah tersedia, bisa diklik link nama ulama tersebut. 1. Masruq bin Al Ajda’ Nama lengkap Maruq bin Al Ajda’ Al Hamadani Al Wadi’i Abu Aisyah Al Kufi Lahir 1 HijriyahWafat 63 Hijriyah 2. Said bin Musayyab Nama lengkap Said bin Musayyab bin Hazn bin Abi Wahb Ibnu Amir bin A’id bin Imran bin Makhzum Al Qurasy Al Makhzumi Al Madani Lahir 19 HWafat 94 H 3. Urwah bin Az Zubair Nama lengkap Urwah bin Az Zubair bin Al Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai Al Qurasy Al Asadi Al Madani Lahir 29 HWafat 94 H 4. Said bin Jubair Nama lengkap Said bin Jubair bin Hisyam Al Asadi Al Walibi Lahir 46 HWafat Sya’ban 95 H 5. Umar bin Abdul Aziz Nama lengkap Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Al Hakam bin Abi Al Ash bin Umayyah bin Abdimanaf bin Qushay Al Qurasy Lahir 61 HWafat 5 Rajab 101 H 6. Amir bin Syarahil Nama lengkap Amr bin Syarahil bin Abdu Asy Sya;bi Au Amr Al Kufi Lahir 21 HWafat 110 H 7. Thawus bin Kaisan Nama lengkap Thawus bin Kaisan Al Yamani Al Humairi LahirWafat 9 Dzulhijjah 106 H 8. Hasan Al Bashri Nama lengkap Al Hasan bin Abi Al Hasan Yasar Al Bashri Lahir 22Wafat Rajab 110 H 9. Muhammad bin Sirin Nama lengkap Muhammad bin Sirin Al Anshari Abu Bakar bin Abi Umrah Al Bashri LahirWafat Syawal 110 H 10. Imam Az Zuhri Nama lengkap Muhammad bin Muslim bin Abdillah bin Syihab bin Abdillah Al Harits bin Zuhrah bin Kilab Al Qurasy Az Zuhri Al Madani Lahir 50 HWafat 11. Ayyub As Sakhtiani Nama lengkap Ayyub bin Abi Tamimah Kaisan As Sakhtiani Abu Bakar Al Bashri Lahir 68 HWafat 131 H 12. Sulaiman bin Mihran Al A’masy Nama lengkap Sulaiman bin Mihran Al Asadi Al Khalili Abu Muhammad Al Kufi Al A’masy Lahir 61 HWafat Rabiul Awwal 148 H 13. Imam Abu Hanifah Nama lengkap Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan At Taimi Al Kufi Lahir 80 HWafat Sya’ban 150 H 14. Abdurrahman bin Amr Al Auza’i Nama lengkap Abdurrahman bin Amr bin Muhammad Asy Syami Al Auza’i Lahir 88 HWafat Shafar 157 H 15. Syu’bah bin Al Hajjaj Nama lengkap Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Ward Al Ataki Al Azdi Abu Bistham Al Wasathi Lahir 82 HWafat Muharram 160 H 16. Sufyan Ats Tsauri Nama lengkap Sufyan bin Said bin Masruq Ats Tsauri bin Rafi’ bin Abdillah bin Muhabah bin Abi Abdillah Al Kufi Lahir 77 HWafat Sya’ban 161 H 17. Hammad bin Salamah Nama lengkap Hammad bin Salamah bin Dinar Al Bashri Lahir 91 HWafat Dzulhijjah 167 H 18. Al Laits bin Sa’ad Nama lengkap Laits bin Sa’ad bin Abdirrahman Al Fahmayyu Abu Harits Al Mashri Lahir 74 HWafat Sya’ban 175 H 19. Hammad bin Zaid Nama lengkap Hammad bin Zaid bin Darham Al Azdi Al Jahdhami Al Bashri Lahir 98 HWafat Ramadhan 179 H 20. Imam Malik Nama lengkap Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amr bin Amr bin Al Harits bin Ghainam bin Al Khutsail bin Amr bin Harits Al Madani Lahir 93 HWafat Rabiul Awwal 179 H 21. Abdullah bin Mubarak Nama lengkap Abdullah bin Al Mubarak bin Wadhih Al Hanzhali At Tamimi Lahir 118 HWafat Ramadhan 181 H 22. Fudhail bin Iyadh Nama lengkap Abu Ali Al Fudhail bin Iyadh bin Mas’ud bin Bisyr At Tamimi Al Yarbu’i Lahir 106 HWafat Muharram 187 H 23. Waqi’ bin Al Jarrah Nama lengkap Abu Sufyan Waqi’ bin Al Jarrah bin Malih Ar Ruasi Al Kufi Lahir 129 HWafat Muharram 197 H 24. Sufyan bin Uyainah Nama lengkap Abu Muhammad Sufyan bin Uyainah bin Abi Imran Maimun Al Hilali Al Kufi Lahir 107 HWafat Rajab 198 H 25. Abdurrahman bin Mahdi Nama lengkap Abu Said Al Bashari Al Lu’lu’i Abdurrahman bin Mahdi bin Hisan bin Abdirrahman Al Anbari Lahir 135 HWafat Rajab 198 H 26. Yahya bin Said Al Qaththan Nama lengkap Abu Said Al Bashari Yahya bin Said bin Farraukh Al Qaththan At Tamimi Al Ahwal Al Hafizh Lahir 120 HWafat Shafar 198 H 27. Imam Syafi’i Nama lengkap Muhammad bin Idris bin Al Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin As Saib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim Lahir 150 HWafat Sya’ban 204 H 28. Yazid bin Harun Al Wasithi Nama lengkap Abu Khalid Yazid bin Harun bin Zadzi bin Tsabit As Sulami Al Wasithi Lahir 118 HWafat Rabiul Akhir 206 H 29. Abu Ubaid Al Qasim bin Sallam Nama lengkap Abu Ubaid Al Qasim bin Sallam bin Abdullah bin Al Adib Al Faqih Al Muhaddits Lahir 157 HWafat 224 H 30. Yahya bin Ma’in Nama lengkap Yahya bin Ma’in bin Aun bin Ziyad bin Bastham bin Abdirrahman Lahir 158 HWafat Dzulqa’dah 233 H 31. Ali bin Al Madini Nama lengkap Ali bin Abdillah bin Ja’far bin Nujaih bin Bakar bin Sa’ad As Sa’adi Lahir 161 HWafat Dzulqa’dah 234 H 32. Ishaq bin Rahawaih Nama lengkap Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad bin Ibrahim bin Abdillah bin Mathar bin Ubaidillah bin Ghalib bin Warits At Tamimi Al Hanzhali Lahir 161 HWafat Nisfu Sya’ban 238 H 33. Imam Ahmad bin Hambal Nama lengkap Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad bin Idris bin Abdillah bin Hayyan bin Abdillah bin Anas bin Auf Lahir Rabiul Awwal 164 HWafat 12 Rabiul Awwal 241 H 34. Imam Bukhari Nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Lahir 13 Syawal 194 HWafat 1 Syawal 256 H 35. Imam Muslim Nama lengkap Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Wardi bin Kawisyadz Al Qusyairi An Naisaburi Lahir 204 HWafat 4 Rajab 261 H 36. Imam Abu Dawud Nama lengkap Abu Dawud Sulaiman bin Al Asy’ats bin Syidad bin Amr bin Amir As Sijistani Lahir 202 HWafat 16 Syawal 275 H 37. Abu Hatim Ar Razi Nama lengkap Muhammad bin Idris bin Al Mundzir bin Dawud bin Mahran Al Hanzhali Al Hafizh Lahir 195 HWafat Sya’ban 277 H 38. Imam Tirmidzi Nama lengkap Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin Adh Dhahak As Sulami At Tirmidzi Lahir 210 HWafat 13 Rajab 279 H 39. Ibrahim bin Ishaq Nama lengkap Abu Ishaq Ibrahim bin Ishaq bin Ibrahim bin Busyair bin Abdillah bin Daisam Lahir 198 HWafat Dzulhijjah 285 H 40. Imam An Nasa’i Nama lengkap Abu Abdirrahman Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahr Al Khurasani An Nasa’i Lahir 215 HWafat 13 Shafar 302 H 41. Muhammad bin Nashr Al Marwazi Nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Nashr bin Al Hajjaj Al Marwazi Al Imam Al Hafizh Syaikhul Islam Lahir 202 HWafat Muharram 294 H 42. Imam Ath Thabari Nama lengkap Abu Ja’far Muhammad bin jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib Ath Thabari Lahir 224 HWafat Syawal 310 H 43. Ibnu Khuzaimah Nama lengkap Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah bin Shalih bin Bakar As Silmi An Naisaburi Asy Syafi’i Lahir 223 HWafat 311 H 44. Imam Ath Thabrani Nama lengkap Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Mathir Al Lakhami Asy Syami Ath Tabarani Lahir Shafar 260 HWafat 29 Dzulqa’dah 360 H Nama lengkap Abu Al Hasan Ali bin Ahmad bin Mas’ud bin An Nu’aim bin Dinar bin Abdillah Al Baghdadi Lahir 306 HWafat 23 Dzulqa’dah 385 H 46. Ibnu Mandah Nama lengkap Muhammad bin Abi Ya’qub Ishaq bin Muhammad bin Yahya bin Mandah Lahir 310 HWafat Dzulqa’dah 395 H 47. Imam Al Hakim Nama lengkap Abu Abdillah Al Hakim Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Hamdawaih bin Na’im bin Al Hakam An Naisaburi Lahir 3 Rabiul Awwal 321 HWafat Shafar 405 H 48. Abu Muhammad bin Hazm Nama lengkap Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm bin Ghalib bin Shalih bin Khalaf bin Sa’dan bin Sufyan bin Yazid Lahir Ramadhan 384 HWafat 28 Sya’ban 456 H 49. Abu Bakar Al Baihaqi Nama lengkap Ahmad bin Al Husain bin Ali bin Musa Al Khazraujirdi Al Khurasani Al Baihaqi Lahir Sya’ban 384 HWafat 10 Jumadil Ula 458 H 50. Ibnu Abdil Barr Nama lengkap Yusuf bin Abdillah bin Muhammad bin Abdil Barr Al Ashim An Namri Al Andalusi Al Qurthubi Al Maliki Lahir Rabiul Akhir 368 HWafat Rabiul Akhir 463 H 51. Al Khatib Al Baghdadi Nama lengkap Ahmad bin Ali bin Tsabit bin Ahmad bin Muhdi Al Khatib Al Baghdadi Lahir 25 Jumadil Akhir 392 HWafat 7 Dzulhijjah 463 H 52. Abu Al Qasim bin Asakir Nama lengkap Ali bin Al Hasan bin Hitabillah bin Abdillah bin Al Husain Abu Qasim Ad Dimasqy Asy Syafi’i Lahir Muharram 499 HWafat 11 Rajab 571 H 53. Abu Faraj bin Al Jauzi Nama lengkap Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Ubaid bin Abdillah bin Hamadi Al Baghdadi Lahir 509 HWafat 13 Ramadhan 597 H 54. Al Hafizh Abdul Ghani Al Maqdisi Nama lengkap Taqiyuddin Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdil Wahid bin Ali bin Sarur bin Rafi’ Al Maqdisi Lahir Rabiul Awal 541 HWafat 23 Rabiul Awal 606 H 55. Al Izzu bin Abdissalam Nama lengkap Abdul Aziz bin Abdissalam bin Abi Al Qasim bin Hasan bin Muhammad bin Muhadzdzab Lahir 577 HWafat Jumadil Ula 660 H 56. Imam An Nawawi Nama lengkap Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah Ad Dimasyqi Lahir Muharram 631Wafat 24 Rajab 676 57. Ibnu Taimiyah Nama lengkap Ahmad bin Abdil Halim bin Abdissalam bin Abdillah bin Al Khadr bin Muhammad bin Al Khadr bin Ali bin Abdillah bin Taimiyah Lahir 10 Rabiul Awal 661 HWafat 20 Dzulqa’dah 728 H 58. Al Hafizh Adz Dzahabi Nama lengkap Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qayimaz bin Asy Syaikh Abdullah Ad Dimasyqi Adz Dzahabi Lahir Rabiul Akhir 673 HWafat 13 Dzulqa’dah 748 H 59. Ibnu Qayyim Al Jauziyah Nama lengkap Muhammad bin Abi Bakar bin Ayyub bin Sa’ad bin Hariz bin Makki Az Zuri Ad Dimasqi Lahir Shafar 691 HWafat 13 Rajab 751 H 60. Ibnu Hajar Al Asqalani Nama lengkap Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al Asqalani Lahir 22 Sya’ban 773 HWafat 28 Dzulhijjah 852 H Demikian 60 ulama besar dari masa tabi’in hingga tahun 1000 hijriyah. Untuk biografi yang telah tersedia dan tentunya dari beberapa referensi, bisa diklik link pada nama ulama tersebut. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Fenomena soal ormas Islam Nahdlatul Ulama NU yang mengklaim memiliki jumlah anggota puluhan juta orang dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, ternyata tidaklah homogen. Bisa jadi ketika ada seseorang mengaku sebagai "orang NU" mesti ditanyakan terlebih dahulu, NU yang mana? NU garis lurus, garis lucu atau garis keras? Fenomena ke-NU-an di era milenial jika dipandang dari sisi kulturnya memang beragam, entah apakah masing-masing pendukungnya khidmat kepada pemimpinnya sendiri-sendiri, ataukah mereka sekadar ikut-ikutan karena memang sudah ditakdirkan memiliki garis kultur NU yang dibawa secara turun-temurun oleh orang tua mereka. Melihat berbagai fenomena "ke-NU-an" belakangan seakan menunjukkan bahwa ormas ini terus diseret-seret oleh beragam kepentingan, sehingga hampir dipastikan bahwa ormas ini justru telah kehilangan pijakannya karena memang tak ada sosok kharismatik yang mampu menjadi wujud ormas Islam tradisional, NU memang membutuhkan sosok pemersatu yang dapat diterima oleh semua pihak, karena kekuatan sebuah kelompok tradisional adalah keyakinannya yang kuat terhadap tokoh kharismatis, entah itu kiai, ulama atau habib. Menarik melihat perkembangan ormas tertua di Indonesia ini, karena memang NU sebenarnya bukanlah organisasi struktural, tetapi lebih pada nuansa solidaritas kekulturan yang terbangun sekian lama, tanpa harus mengikatkan diri atau taat pada "struktural" garis kebijakan organisasinya. Maka sangat wajar, ketika para tokoh masyarakat, semisal kiai, habib atau ustadz bisa saja merupakan tokoh sentral dalam tubuh NU, yang diikuti oleh masyarakatnya, tanpa harus menjadi bagian dari struktur NU. Itulah kenapa, kemunculan klaim atas NU yang mengidentifikasikan kelompoknya-garis lurus, garis lucu, atau garis keras-menjadi sulit terbantahkan secara kultural. Sulit untuk tidak mengatakan, bahwa ormas ini pada tataran sosio-kultural, memang tak pernah sepi dari konflik. Anehnya, masing-masing kelompok yang berkonflik tak mau melepaskan diri dari identitas ke-NU-annya, karena NU bagi mereka merupakan sebuah "kultur" yang asli lahir dari rahim Nusantara, bukanlah sebuah "ideologi impor" yang diserap dari kultur lain. Untuk menggambarkan fenomena "NU Garis Lurus" saja, tampak sekali kelompok ini merasa harus menjadi pahlawan untuk "meluruskan" NU yang sejauh ini mereka anggap "bengkok". Bagi kelompok ini, NU kultural jelas tak pernah mengimpor berbagai ideologi asing yang disebut mereka sebagai "SEPILIS" Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme yang belakangan malah menggejala di kalangan anak muda NU. Mungkin kelompok ini bagi saya, kesulitan menyandingkan idealitas Islam dan modernitas, sehingga dari pada bercampur aduk, lebih baik NU "diluruskan" lagi fenomena "NU Garis Lucu" yang mungkin merasa "gerah" dengan berbagai unggahan di ranah media sosial medsos yang selalu memojokkan NU. Kelompok ini kerap menguasai lini medsos dan mengunggah meme-meme lucu yang melakukan counter atau kritik terhadap mereka yang mengaku NU tetapi justru "menyerang" identitas ke-NU-annya sendiri. Sebuah tagline yang muncul di akun twitter-nya menyebut, "sampaikanlah kebenaran walaupun itu lucu" seakan kelompok ini enggan mendebat secara berapi-api karena hanya akan menghabiskan energi. Membalas dengan fenomena santai dan kelucuan, barangkali menjadi "simbol" para kiai NU yang kemudian "disorogkan" kepada publik. Bisa jadi kelompok ini memang selaras dengan slogan Pegadaian, "menyelesaikan masalah tanpa masalah" yang setiap unggahannya dikemas dalam nuansa simpatik, tanpa harus menunjukkan sikap penolakan atau kebencian. Barangkali yang lebih berwajah "galak" ada juga dalam tubuh NU. Kelompok ini secara kultur, memang menganut tradisi peribadatan selaras dengan NU, walaupun dalam hal pergerakan kurang mengangkat soal tema moderasi Islam. Fenomena kelompok NU "Garis Keras" saya rasa takdirnya jatuh kepada sosok Front Pembela Islam FPI yang memang sejauh ini para pemimpin dan pengikutnya terbiasa mengamalkan ajaran-ajaran tradisi ke-NU-an. Sulit dipungkiri, bahwa FPI juga sejatinya disokong oleh mereka yang mengklaim sebagai "NU kultural", bahkan tempat pendeklarasian pertamanya, Pesantren Al-Umm, dipimpin oleh seorang ulama NU, KH Misbahul Anam, salah satu pengikut Tarikat Tijaniyah di kalangan NU sebagai sebuah ormas yang mewarisi tradisi keislaman Nusantara dengan ciri khasnya yang moderat-sebagaimana praktik keagamaan para wali-nampaknya sulit disematkan belakangan ini. Begitu banyaknya kelompok yang melakukan klaim atas ke-NU-annya sendiri disertai dengan beragam kepentingannya masing-masing, memperlihatkan NU semakin kehilangan arah. Banyak pihak yang menginginkan NU benar-benar menunjukkan wajah moderatismenya seperti pada masa-masa awal, disaat beberapa kiai kharismatis benar-benar mempertontonkan ketulusan, kejujuran dan khidmatnya yang sangat besar terhadap umat. Hadratussyekh Hasyim Asy'ari, Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Bisri Syansuri, Kiai Ridwan memang menjadi tokoh sentral yang senantiasa memberikan kesejukan yang benar-benar menjadi panutan umat. Tentu saja, ditengah nuansa "konflik sektarianisme" belakangan, sosok-sosok ini sungguh sangat dirindukan. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Gus Aam hadir dalam podcast RH Chanel. Jakarta SI Online – Ketua Umum Komite Khittah Nahdlatul Ulama KKNU 1926 KH Solachul Aam Wahib Wahab menjelaskan alasan kenapa munculnya gerakan NU Garis Lurus dan KKNU di tengah-tengah keberadaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU. “Lahirnya kedua lembaga yaitu NU Garis Lurus dan KKNU karena salah kelola dari pengurus PBNU saat ini,” kata KH Sholachul Aam dikutip Suara Islam Online, Jumat 15/10 melalui tayangan video wawancara di kanal Youtube Refly Harun. Pria yang akrab disapa Gus Aam itu menjelaskan bahwa NU fokus pada politik tingkat tinggi yaitu politik kebangsaan, politik kerakyatan, dan etika politik. “Bahwasanya NU itu harusnya fokus kepada nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai kerakyatan, yang tujuan akhirnya memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Jadi tidak berorientasi kepada kekuasaan,” ujar Gus Aam. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Wahab Chasbulloh itu menilai bahwa kepemimpinan PBNU saat ini lebih mengarah ke politik praktis. “Kepemimpinan PBNU sekarang ini mengarah ke politik praktis yang akhirnya tentu sangat pragmatis dan materialistis. Dari situ akhirnya tugas utama melayani umat tidak tertangani,” jelas Gus Aam. Karena itulah, kata dia, muncul gerakan agar NU kembali ke khittah. Upaya mengembalikan khittah salah satunya mengingatkan kembali Qonun Asasi NU. “Qonun Asasi, intinya bagaimana warga Nahdliyin memiliki beberapa konsep atau keyakinan yang diarahkan untuk menegakkan keadilan,” jelas Gus Aam. Kedua, lanjut dia, NU harus melayani umat. “Bukan menguasai umat apalagi menunggangi umat,” tutur Gus Aam. Ketiga, bagaimana membentengi paham Ahlussunnah wal Jamaah. “Khittah itu tujuan utamanya mencari rida Allah,” tandas Gus Aam. red adhila Filling the gap in the literature on opposition from within Nahdlatul Ulama NU, this chapter conducts a preliminary analysis of internet use by the proponents of the NU Garis Lurus movement to challenge the ideological dominance of moderate outlook of Islam and current leadership of NU. Drawing on framing theory as a theoretical framework, it describes how the proponents of NU Garis Lurus mobilise their website to construct and promote their ideology of “authentic” NU online in their struggle against the current NU chairman and allies on the NU executive board. This chapter argues that the internet has provided the proponents of NU Garis Lurus with a new, important resource to expose itself to the Indonesian public in its attempt to promote its ideology of the “authentic” NU and challenge the NU ideology of moderate Islam and the current NU leadership. This new media use has implications that should not be ignored in that it enhances the potential threat posed by the NU Garis Lurus to the moderate outlook of NU and Islam Indonesia in general as well as to the leadership of the current NU chairman.

daftar ulama nu garis lurus